Tinju Dunia Episode 5 “Pekerjaan Baru”
Diceritakan Pak Dadang pun mengantar Firhan untuk bertemu dengan bosnya untuk melamar pekerjaan. Sesampainya disana, Pak Dadang dan Firhan lalu menemui Juragan Kailolo. Namun, setibanya disana, Juragan Kailolo malah meremehkan Firhan dan menyebutnya anak kecil. Pak Dadang yang mendengar perkataan Juragan Kailolo pun merasa tersinggung, namun Firhan berhasil menenangkannya. Kemudian Firhan pun berkata kalau dia akan bekerja dengan ikhlas kepada Juragan Kailolo. Mendengar hal itu, Juragan Kailolo pun merasa senang dan akhirnya Firhan pun diterima kerja di pelabuhan.
Hari demi hari pun berlalu dan Firhan selalu giat melakukan pekerjaannya. Namun, dia selalu digaji dengan gaji dibawah rata-rata oleh Juragan Kailolo. Hingga suatu ketika, pandangan Juragan Kailolo terhadap Firhan pun berubah. Suatu ketika Juragan Kailolo baru pulang dari berbelanja, karena tidak membawa mobil akhirnya Juragan Kailolo memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki. Namun di tengah perjalanan dia dihadang oleh tiga orang preman.
Melihat dia dihadang preman, Juragan Kailolo pun mengancam para preman itu dengan sombong.
“Hei! Kalian dasar preman rendahan, berani-beraninya menghadang jalanku. Apa kalian tak tahu siapa aku? Biar kuberitahu ya, aku ini Juragan Kailolo, bos nelayan di kampung ini. Kalau kalian berani macam-macam denganku maka kaki-tanganku tak segan-segan untuk menghajar kalian sampai babak belur” Ujar Juragan Kailolo dengan sombong.
Mendengar ucapan Juragan Kailolo, para preman itu malah marah dan bukannya takut. Lalu mereka pun menghajar Juragan Kailolo sampai babak belur. Di lain tempat, Firhan yang pada saat itu baru pulang dari pasar mendengar suara keributan. Dengan cepat Firhan pun mendekati sumber keributan dan dia pun terkejut ketika melihat Juragan Kailolo sedang dihajar oleh tiga preman. Walaupun dia selalu diperlakukan dengan buruk oleh Juragan Kailolo, namun Firhan tak mempunyai rasa dendam kepadanya dan dia berniat untuk menolong Juragan Kailolo. Dengan cepat Firhan langsung berlari kearah salah satu preman dan kemudian menggunakan lututnya untuk menyerang preman tersebut. Seketika itu pula lutut Firhan mengenai perut preman itu dan preman itu lalu jatuh tersungkur. Dua preman lainnya pun terkejut dengan kemampuan Firhan. Rasa takut dan geram terlihat di wajah mereka. Kemudian terjadilah cekcok antara Firhan dan salah satu preman yang masih tersisa.
“Hei bocah! Kamu jangan ikut campur! Pulang saja sana atau kamu akan bernasib seperti pria tua ini” Kata preman itu sambil menunjuk kearah Juragan Kailolo.
“Tidak akan, kalian para preman telah meneror jalanan kampung ini sejak lama dan sekarang aku akan mengakhiri teror tersebut” Balas Firhan.
“Wah, ternyata kamu ini orang yang tak sayang nyawa. Baiklah kalau itu katamu, ayo kita bertarung!” Sahut preman itu sambil memengang pipa besi sebagai senjatanya.
Dan akhirnya terjadilah pertarungan antara Firhan dan preman itu. Dengan menggunakan pipa besi, preman itu berkali-kali menyerang Firhan dengan membabi buta namun tak ada satu pun serangannya yang mengenai Firhan. Kemudian ketika melihat ada kesempatan, Firhan pun memukul dagu preman tersebut menggunakan tinju uppercut, seketika preman itu pun langsung pingsan. Melihat dua rekannya telah tumbang, preman terakhir merasa ketakutan dengan kemampuan bela diri Firhan. Pada akhirnya dia pun ngompol di celana dan lari ketakutan sambil meninggalkan dua temannya yang masih pingsan.
Dengan larinya preman tersebut, Firhan akhirnya bisa menyelamatkan Juragan Kailolo. Namun karena kondisi Juragan Kailolo yang tak sadarkan diri, maka Firhan pun membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Bersambung...
Komentar
Posting Komentar