Tinju Dunia Episode 4 “Tragedi”

 


Beberapa minggu pun berlalu setelah Firhan mengalahkan Budi dalam perkelahian. Diceritakan pada saat itu, Firhan dan Eva sedang membahas tentang liburan akhir tahun yang akan datang. Pada saat itu Eva sangat senang karena liburan sudah tiba dan dia pun berniat untuk pergi liburan di kota besar. Namun, dia heran karena melihat Firhan hanya termenung saat dia ajak bicara. Kemudian Eva pun bertanya...


“Eh Fir, kamu kok cuma diem aja sih? Apa kamu gak seneng soal liburan akhir tahun nanti?” Tanya Eva dengan rasa keheranan.


Setelah mendengar pertanyaan Eva, Firhan pun terlihat menghela nafas dan akhirnya dia pun bicara.


“Aku gak tahu, soalnya sekarang aku lagi sibuk. Kemarin saat aku pulang dari sekolah aku melihat ibuku batuk-batuk, aku pun menanyainya apa dia sakit atau tidak. Tapi dia selalu membalas dengan “Ibu baik-baik saja kok, kamu tidak usah khawatir” dan bukannya merasa tenang, kalimat itu malah membuatku lebih khawatir dengan keadaannya saat ini” Ucap Firhan dengan perasaan cemas.


Eva yang mendengar ucapan Firhan pun merasa iba terhadap Firhan karena dia tahu kalau Firhan sudah cukup menderita setelah berkali-kali ditindas oleh Budi dan kali ini dia menjadi semakin menderita setelah tahu ibunya sakit keras. Kemudian Eva pun menenangkan Firhan agar perasaannya menjadi lebih baik, Firhan pun berterimakasih kepada Eva karena dia merupakan satu-satunya teman Firhan yang mengerti terhadap perasaan Firhan.


Tak lama setelah itu, jam pulang sekolah pun berbunyi dan murid-murid bersiap untuk pulang. Namun, di tengah perjalanan menuju keluar sekolah, tiba-tiba Pak Kepsek menyuruh Firhan untuk masuk ke kantornya. Firhan yang tak tahu apa-apa pun akhirnya hanya bisa menuruti perintah Pak Kepsek.


Tiba-tiba, Firhan yang awalnya bingung karena dipanggil Pak Kepsek langsung menjadi cemas karena melihat teman kerja ibunya yaitu Pak Dadang sedang ada di kantor kepala sekolah. Firhan pun gelisah dan bertanya kepada Pak Dadang tentang kondisi ibunya, namun Pak Dadang hanya diam saja dengan wajah seperti tak bisa berbohong. Pada akhirnya, Pak Dadang pun memberitahu Firhan kalau ibunya pingsan saat bekerja dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit. Mendengar hal itu, Firhan langsung sedih dan menangis, air matanya pun berlinang karena tahu kalau ibunya sakit keras. Karena tak kuasa menahan kesedihannya, Firhan pun langsung keluar dari kantor kepala sekolah dan kemudian lari ke rumah sakit untuk menjenguk ibunya.


Diceritakan pada saat Firhan berada di rumah sakit, dia duduk sambil menangis di kursi tunggu. Kemudian, Pak Dadang yang pada saat itu mengikuti Firhan ke rumah sakit langsung mendekati Firhan untuk menenangkannya.


“Fir, sekarang sudah sore nih. Kamu gak pulang?” Tanya Pak Dadang.


Kemudian, Firhan pun menjawab...


“T-Tapi kalau saya pulang nanti s-siapa yang akan mengawasi i-ibu saya pak? Dan juga saya dengar kalau biaya operasi ibu itu berkisar sekitar 10 juta. Nanti saya cari uangnya darimana, pak?” Tanya Firhan sambil menangis tersedu-sedu.


Merasa kasihan dengan Firhan, Pak Dadang pun mendapat ide untuk membantu Firhan membiayai operasi ibunya. Karena Pak Dadang tahu kalau Firhan sedang libur sekolah, diapun mengajak Firhan untuk bekerja di kapal nelayan. Mendengar ucapan Pak Dadang, Firhan yang tadinya sedih sekarang merasa bahagia karena dia dapat membantu membiayai operasi ibunya. Melihat Firhan bahagia menjadi hal yang menenangkan bagi Pak Dadang karena dia dapat membantu anak yang kesusahan. Kemudian merekapun berangkat ke pelabuhan untuk mendaftarkan Firhan sebagai awak kapal.


Bersambung...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tinju Dunia Episode 3

Tinju Dunia Episode 6 “Awal Baru”